April 29, 2008

Aku Tak ingin Jadi Ibuku

Posted in Tak Berkategori at 8:58 pm by virghost

Inilah ungkapan yang sangat sederhana yang terpikir oleh aku sewaktu kecil. Kondisi Ibukulah yang membuat saya punya keberanian  memperjuangkan  hak hidupku.  Jujur saja aku sangat menghargai  ketulusan Ayahku yang  ingin menjadi kepala keluarga utuh.

Tapi diatas semua rencana yang kita  buat, masih  perlu seijin yang lebih di atas dari segalanya yaitu Tuhan. Tuhan ternyata memanggil ayahku  dalam waktu yang terlalu singkat. Bisa terbayang  bagaimana seorang Ibu  yang tanpa bekal  mental  kuat bisa meneruskan  tatah keluarga yang ditinggalkan seorang Ayah ?

Siapa lagi yang lebih menderita  ? Kalau bukan anak anaknya …..

Maka dengan sepenuh  hati saya mengundang Bapak Bapak   yang  membaca tulisan ini untuk berpikir  sekali lagi ,  yaitu ijinkanlah istri istri  untuk memiliki sikap mental yang mandiri sejak dini.

Dan  ijinkan pula  saya  dengan sedikit pengalaman  yang unik  namun sangat berarti  untuk  bisa berbagi di sini.

Sebelum menulis   lebih banyak lagi,  saya hanya ingin sampaikan beberapa motivasi saya   antar lain :

1. Saya hanya mau katakan “Jangan takut pada kemiskinan, dan jadikan itu semangat juang “

2. Semua orang punya Hak yang  sama  untuk meraih masa depan,  dari mana mulai menatanya ? Didiklah anak anak kita  dengan  baik sedini mungkin.

3.Perempuan  Indonesia di manapun  , berjuanglah  dan persiapkan mentality kita, walaupun kita bekerja  yakinlah kita juga tetap bisa  menjadi Ibu yang baik.

Kalau kita bicara masa depan kita adalah  bagaimana  kita bisa mempersiapkan  masa depan anak anak kita terlebih dahulu. Makanya dalam rubrik ini saya  akan berbagi   pengalaman pengalaman unik  sekitar  hidupku yang  mungkin akan jadi inspirasi bagi  yang baca.

Silahkan tunggu tulisanku lainnya  di sini yah …….

always smile

Melly

Advertisements

Betapa Anak mengajarkan kita

Posted in Tak Berkategori at 8:58 pm by virghost

Anak  anak,  dalam sebuah konotasi adalah sebagai manusia kecil yang  perlu kita ajar, kita  lindungi , kita nasehati dsb. Namun dalam  konteks yang lebih  nyata  sebenarnya banyak yang bisa kita  pelajari dari anak anak kita. Untuk itu saya  ingin  menuliskan  hal hal yang  saya belajar dari anak anak  manis saya dan saya akan tuliskan  dalam  blog ini.

Besar  harapan saya  siapapun yang baca  tulisan ini  bisa  belajar  dari anak anak kita.

1.Punya rumah besar belum tentu bahagia.

Suatu ungkapan yang kelihatannya  sebagai ungkapan  bagi kita  kita yang punya rumah kecil ( dekat ke mana mana ) untuk menghibur diri.  Tapi saya sungguh mempunyai  cerita  yang  akhirnya mengubah  pandangan saya hanya karena  anak saya.

Ceritanya begini :  di suatu perjalanan  bersama  teman2 dan keluarga,  saya kebetulan melintas di perumahan  mewah yang sangat  besar.  Secara tidak langsung   saya dengan teman saya melakuakn obrolan  santai sambil berguman :” Kapan yah kita punya rumah sebesar ini ?. Obrolan  kami ternyata didengar  oleh anakku  yang masih usia 6 th waktu itu.  Langsung saja  dia  bertanya ;” Mama , rumah itu memang besar, tapi apakah  Mama lihat ada  mobil tamu yang parkir di depan rumahnya ?  Tidak adakan ? Apa artinya Ma ?  Artinya adalah tidak ada tamu yang  ke rumah itu, pertanda  rumahnya tidak enak, tidak nyaman. Mending juga  rumah kita walaupun kecil, tapi tamu tamu kita  banyak.

Terus terang  sejak itulah saya mencoba  menyadari apa yang dilontarkan  oleh anak saya, yaitu bersyukurlah  dengan keadaan kita, dan belum tentu keadaan  yang kita lihat akan lebih baik buat kita.

Sungguh suatu pelajaran yang sangat berguna bagi saya.

Terima kasih anakku.

Lambaian haru di Bandara Sepinggan

Posted in Tak Berkategori at 8:57 pm by virghost

Indahya  sebuah pertemuan  selalu  diiringi  sebuah perpisahan,, walaupun  tidak ada kepastian waktunya, demikianlah   pemandangan yang terintip  tanpa sengaja dibalik kaca jendela  sudut Café  Bandara  Sepinggan.
Walau  tidak secara pasti , namun dari gerak gerik  yang memperlihatka   nilai ketulusan serta kesabaran  para   pengantarnya  menunjukkan   simbol  kebersamaan   dan saling mengasihi yang luar biasa, yang saya yakin tidak semua semata mata  adalah  anggota  keluarga melainkan   juga  kerabat  dekat lainnya   yang adalah  para tetangga  dan handai taulan.
Suatu  gambaran  Sosial yang sangat mengagungkan  sekaligus mengharukan yang masih  sangat kental yang patut kita  banggakan. Apapun  bentuk hubungan kekerabatan   mereka  tidaklah penting ,  support  dan doa tulus mereka   yang menyertai anak, saudara  dan handai  taulan  mereka tercinta   yang mengantar kepergiannya  merantau   dalam sebuah harapan  masa depan.
Ketegaran seorang Ayah yang juga  tidak kuasa menyembunyikan  keberatan hati  melepaskan anaknya yang tersirat  dalam lambaian   lemah tangan keriputnya , juga  air mata nakal yang  mengucur   tanpa  sengaja  dimata mata  pengantar yang harus   curi curi  untuk menghapusnya  karena malu.
Hanya iringan doa selamat jalan dan  selamat juang Anakku , raih  harapan hidupmu, dan kami juga akan  selalu menantimu
Begitulah  kesetiaan   yang  dilakoni   oleh keluarga  dan para kerabat dekat  sampai   bayangan pesawat  hilang dibalik awan.
Indahkan  sebuah  kebersamaan ?

Terima kasihku untuk pramuniaga

Posted in Tak Berkategori at 8:54 pm by virghost

Kata  terima kasih , adalah  ungkapan  setiap kali orang memberi sesuatu kepada kita atau  setelah  membantu kita.

Tapi kali ini saya punya terima kasih yang sungguh sungguh  berbeda, di mana  di hari minggu  yang cerah, sambil jalan jalan dengan keluarga di mal Mangga dua, saya tertarik untuk melihat sepotong gaun yang dipajang di sebuah toko.Tetapi sungguh  diluar dugaan saya,  sang pramuniaga toko yang seharusnya   memberikan pelayanan yang baik sama sekali  tidak melakukan  tugasnya.  Mungkin  dari penampilan  saja dia sudah punya ilmu  bahwa saya  tidak akan bisa membeli atau  ada alasan lainnya. Intinya  saya tidak mendapatkan pelayanan  yang semestinya.

Setelah  cukup lama saya menunggu ternyata  dia juga  tidak bergeming dari tempat  duduknya, sampai akhirnya  saya  pergi dari situ  dengan  sebuah ucapan terima kasih. Di mana saya tidak jadi  keluarkan uang  untuk membeli baju tersebut. Jadi hemat deh aku ……

Inti yang bisa kita  dapatkan adalah,  jangan melihat sesuatu dari bungkusnya . Dan jika  kita adalah seorang sales   yangbaik , layanilah  setiap customer  dengan  semaksimal mungkin. Karena  kadang kadang bukan dari produk yang kita jual saja, tetapi bagaimana cara kita  meyakinkan orang untuk membeli.

Always smile

Melly

Ketika Sang Bisu Memuji

Posted in Tak Berkategori at 8:41 pm by virghost

Bersyukur sekali pagi ini, ketika saya menyetop sebuah mikrolet, sekilas saya melihat seorang Bapak dengan suara bicara yang sangat tidak jelas + bahasa isyarat tangan sedang berusaha keras untuk berkomunikasi dengan seorang gadis yang kebetulan duduk sebaris dengan saya.Gadis manis berkerudung , itu kesan sekilas saya.

Dari kostumnya jelas terlihat, dia masih menyandang status pelajar, dengan sedikit tersipu, dia menikmati pujian yang dilontarkan Bapak yang bisu tadi. Dan dari kacamata awam saya sepertinya Bapak itu memuji kalau gadis itu cantik wajahnya dan baik hati.

Apapun yang dilontarkan, saya hanya menangkap ajaran luar biasa ” kenapa kita yang punya suara dan pandai bicara, belum punya tradisi memuji ? Sungguh indah kalau kita bisa memuji, karena dengan memuji kita sudah melakukan perbuatan baik menyenangkan hati orang lain.

Always smile

Melly

Pak Tua Sang Guru Kita

Posted in Tak Berkategori at 8:39 pm by virghost

Pemandangan kilat yang terekam di jalan, ketika melihat seorang kakek tua renta, dengan tangan keriput yang bergetar memegang keranjang jeruk yang harus dijajakan sekedar demi kelangsungan hidup, memiliki arti tersendiri.

Sebuah pepatah mengatakan pengalaman adalah guru yang baik. Pepatah itu rasanya belum basi bahkan perlu kita ekspansi sedikit menjadi, pengalaman kita dan pengalaman orang lain adalah guru yang baik. Tidak semua pengalaman yang bisa jadi guru kita harus kita alami sendiri. Pengalaman orang lain pun bisa kita jadikan guru bagi kita.

Saat melihat Pak Tua renta di jalan, mungkin kita hanya bisa menoleh, merasa prihatinan, menaruh rasa iba, dan belas kasihan tanpa bisa berbuat lebih. Tapi, dengan tulus tanpa kita sadari Pak Tua tersebut telah menjadi guru buat kita.

Karena itu, akankah kita sia siakan masa muda kita? Maukah kita memiliki masa tua seperti Pak Tua Sang Guru kita? Atau, yakinkah kita akan dapat bertahan lebih dari Pak Tua Guru kita?

Marilah kita isi masa muda kita dengan hal hal yang berguna. Mari kita berdoa sembari dan berterima kasih untuk Pak Guru Tua kita. Jadikanlah potret hidupnya sebagai cermin serta. Tetapkan tekad dalam diri kita agar kalau masa pensiun kita tiba kita bisa lebih baik dari dia, Pak Tua Guru kita.

Sekali lagi terima kasih Pak Tua …………….

Always Smile :

Melly Kiong

Ayah Kota yang Luar Biasa

Posted in Tak Berkategori at 8:32 pm by virghost

Sungguh suatu pemandangan yang tidak biasa, namun sangat menyentuh. Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, suasana hiruk pikuk kota Jakarta yang padat dan pengap, tidak sedikit pun menyurutkan niat seorang ayah untuk memberikan kesenangan dan kebahagian kepada putri-putrinya.

Walaupun hal yang dilakukan tampaknnya sangat sederhana, moment yang singkat itu saya yakin sekali akan menorehkan kenangan yang sangat indah dalam benak dan ingatan putri putri tercintanya. Hari gini, ternyata masih ada seorang ayah, kita sebut Ayah Kota, yang dengan mengendarai sepeda motor, dalam balutan pakaian yang sangat sederhana di bawah terik matahari, membonceng dua putri kecilnya. Entah ke mana tujuannya .

Di tengah perjalanan, seekor monyet yang berada di atas pohon di pinggir jalan menganggu perhatianya. Setelah turun dan memarkir kendaraan yang ditumpanginya, segera ia menghampiri binatang itu. Semua itu dilakukan sang ayah, apalagi tujuannya kalau bukan untuk menyenangkan putri-putrinya.

Sang ayah memetik daun muda yang kebetulan ada di sekitar. Lalu, dengan penuh kasih dan kesabaran, ia memandu mengarahkan tangan tangan kecil anaknya agar bisa lebih dekat dan bisa memberikan daun itu kepada monyet.

Dari pemandangan yang rada ganjil tersebut, kita bisa memperkirakan betapa kecilnya kemungkinan ia dapat membawa putri putri kecilnya ke Kebun binatang. Tentu, bukan lantaran tidak ingin membawa anak-anaknya ke sana, tapi boleh jadi kondisinya yang tidak memungkinkan.

Tapi, apapun alasannya kita masih patut berbangga. Seorang Ayah Kota telah memberikan inspirasi dan mengajarkan kepada kita. Ternyata kebahagian bukan hanya milik orang yang punya segalanya. Kebahagiaan milik siapa saja. Jadi, persoalannya tinggal bagaimana kita bisa menikmati dan menggali dari situasi dan kondisi yang ada. Satu hal yang pasti. Kenangan itu akan terus melekat dalam putri-putrinya. Mereka juga akan tahu betapa tulus Sang Papa tercinta dalam membahagiakan mereka meski dengan segala keterbatasannya.

Sungguh suatu sentuhan yang luar biasa. Apakah anda ingin menambah deretan Ayah Kota lainnya?

Always Smile : Melly Kiong

Hello semua!

Posted in Tak Berkategori at 1:15 pm by virghost

Selamat datang di blogku. Emang sih blom ada apa-apanya rumahku ini. Maklum baru berdiri. Semoga saja dalam tempo yang tidak terlalu lama akan ada sesuatu yang bisa di baca di sini…